logo

Kebijakan GSuite / Google Apps For Education

Kebijakan Penggunaan

Informasi menjelaskan kegiatan dan aktifitas yang boleh serta tidak diperbolehkan pada layanan GSuites / Google apps for education

Pertimbangan Permohonan Pembuatan akun GSuite

Direkur Teknologi dan Sistem Informasi, Kepala bagian, kepala sub bagian, berhak mempertimbangkan untuk mengabulkan atau menolak permohonan pembuatan akun GSuite sesuai dengan aturan dan kebijakan yang berlaku.

Pembatalan, Penundaan, dan Berakhirnya Pemberian Layanan

Direktorat Teknologi dan Sistem Informasi berhak melakukan pembatalan, penundaan dan penon-aktifan layanan hosting pada akun GSuite yang terdeteksi  menyalahi ketentuan.

 

Kebijakan Penggunaan Layanan GSuite

Kebijakan Penggunaan Layanan GSuite ini bertujuan untuk memberikan batasan yang jelas tentang hal-hal tidak diijinkan bagi Pengguna dalam penggunaan Layanan GSuites.

Pengguna tidak diperkenankan menggunakan GSuites baik secara sengaja maupun tidak yang terkait dengan:

  1. Untuk kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia atau hukum yang berlaku di wilayah yang bersangkutan serta hukum Internasional.
  2. Akun domain pada domain unpad.ac.id  digunakan yang sifatnya untuk komersial termasuk mengiklankan produk dan jasa.
  3. Terdapat konten Pornografi, Perjudian, SARA, Penghinaan, Penistaan, dan kesusilaan umum
  4. Ponzy, Pyramid Scheme, Fraud, dan Penipuan
  5. Menyimpan software, video dan music yang memiliki hak cipta.
  6. Mengunakan layanan GDrives untuk mengunggah video/audio streaming,  image hosting, ataupun khusus upload dan download file, situs porno, situs perjudian atau sejenisnya.

 

Tanggung Jawab Pengguna Layanan GSuites

Pengguna akun GSuites bertanggung jawab penuh dengan isi materi dan pengelolaannya, jika Pengguna mewakili pihak lain dalam hal ini pengelola, operator dan mahasiswa, maka pihak tersebut juga dianggap bertanggung jawab.

 

Pelanggaran kebijakan

  1. Direktorat Teknologi dan Sistem Informasi berhak melakukan penghentian layanan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan menghapus akun apabila ditemukan pelanggaran penggunaan, masalah keamanaan system, atau aktifitas illegal termasuk mempublikasi material yang mengandung hak cipta orang lain.
  2. Direktorat Teknologi dan Sistem Informasi berhak tidak bertanggungjawab terhadap kerugian material dan imaterial yang diderita oleh pengguna akibat kelalaian pengguna, peretasan, dan penghentian layanan atas alasan pelanggaran terhadap Kebijakan Penggunaan

 

Jenis Data Tercatat

DPSI mencatat data yang berhubungan dengan pengguna melalui metode berikut :

  1. Metode pencatatan data otomatis seperti dan tidak terbatas pada www, alamat IP, cookies, dan lain-lain
  2. Registrasi online dan offline
  3. Korespondensi email
  4. Komunikasi online dan offline
  5. Sumber-sumber informasi dari pihak ketiga

 

Penggunaan Data

Jenis-jenis data diatas digunakan oleh DPSI untuk :

  1. Melakukan komunikasi dalam rangka penyediaan layanan
  2. Melakukan pertanggungjawaban akan penyediaan layanan baik kepada pengguna bersangkutan maupun pihak penegak hukum
  3. Mengakui sebagai salah satu aset tak berwujud

 

Batasan Kerahasiaan Data

Data dianggap bukan data rahasia dan DTSI dibebaskan dari kewajiban untuk melindunginya apabila data telah menjadi bagian dari domain publik dan diketahui secara umum .

 

Penghentian dan Penghapusan Layanan

  1. Sesuai dengan Perjanjian Umum, DPSI berhak melakukan penghentian layanan baik yang bersifat permanen maupun sementara tanpa kewajiban bagi DPSI untuk mengganti kerugian material dan imaterial di sisi Pengguna yang terjadi akibat penghentian layanan tersebut apabila diketahui Pengguna melakukan pelanggaran terhadap Kebijakan Layanan.
  2. Layanan akan disuspend (dihentikan sementara) apabila Pengguna selama 3 bulan tidak melakukan aktifitas pembaharuan terhadap website.
  3. Layanan Hosting termasuk didalamnya data milik Pengguna dan data backup akan dihapus dari server DTSI apabila dalam satu tahun Pengguna tidak mengakses atau memperbaharui website.
  4. Apabila Pengguna ingin mengaktifkan kembali Layanan Hosting yang telah dimiliki sebelumnya dan DTSI masih memiliki backup terhadap file-file Pengguna dalam Layanan Hosting sebelumnya maka Pengguna dapat meminta DTSI untuk melakukan restore data.